BANDUNG – Antusiasme mahasiswa terhadap pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar pada malam hingga dini hari ternyata tidak selalu berdampak buruk terhadap aktivitas perkuliahan. Berdasarkan hasil liputan kami Hiro Entertainment di Bandung Creative Hub (BCH), Jalan Laswi, Kota Bandung, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengaku memiliki cara masing-masing untuk tetap menjaga pola tidur dan kehadiran di kelas pagi meskipun mengikuti pertandingan yang berlangsung larut malam.
Fenomena ini menjadi hal yang umum di kalangan mahasiswa, terutama ketika kompetisi sepak bola internasional maupun liga-liga Eropa memasuki pertandingan penting. Perbedaan waktu antara Indonesia dan negara penyelenggara membuat banyak laga berlangsung pada pukul 23.00 hingga dini hari. Kondisi tersebut sering kali memunculkan dilema bagi mahasiswa yang harus memilih antara menikmati pertandingan secara langsung atau menjaga waktu istirahat agar tetap bugar mengikuti perkuliahan keesokan harinya.
Mahasiswa dari berbagai kampus terlihat memiliki pandangan yang beragam mengenai kebiasaan menonton pertandingan malam. Sebagian menganggap aktivitas tersebut sebagai hiburan yang dapat mengurangi kepenatan setelah menjalani perkuliahan, sementara sebagian lainnya lebih memilih mengatur waktu tidur agar tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar.
Salah satu narasumber, “AR”, mengaku sudah terbiasa menyaksikan pertandingan sepak bola sejak masih kecil. Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat dirinya tidak merasa terganggu ketika harus menonton pertandingan yang berlangsung hingga dini hari. Ia juga mengatakan bahwa selama mampu mengatur waktu istirahat, aktivitas kuliah tetap dapat dijalani seperti biasa.
“Tidak masalah bagi saya karena memang dari kecil sudah suka sepak bola. Jadi sudah terbiasa menonton pertandingan malam,” ujar “AR”.
Berbeda dengan AR, SI memilih cara yang lebih teratur untuk menjaga kondisi tubuhnya. Ia menjelaskan bahwa jika ada pertandingan yang berlangsung pada malam atau dini hari, dirinya akan tidur lebih dahulu sebelum pertandingan dimulai. Dengan cara tersebut, tubuh tetap memperoleh waktu istirahat sehingga ia masih memiliki energi untuk menjalani aktivitas perkuliahan pada pagi hari.
“Kalau ada pertandingan malam atau dini hari, saya biasanya tidur terlebih dahulu supaya tubuh tetap fit saat bangun menonton dan besoknya masih bisa mengikuti kuliah,” Ungkap “SI”.
Hasil wawancara ini menunjukkan bahwa kebiasaan menonton pertandingan malam tidak selalu memberikan dampak negatif apabila disertai dengan pengelolaan waktu yang baik. Mahasiswa yang mampu menyesuaikan jadwal tidur cenderung tetap dapat menjaga konsentrasi selama mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Selain memengaruhi pola tidur, jadwal pertandingan malam juga mengubah rutinitas harian sebagian mahasiswa. Beberapa memilih menyelesaikan tugas kuliah lebih awal sebelum pertandingan dimulai, sedangkan yang lain mengurangi aktivitas di malam hari agar memiliki waktu beristirahat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara hobi menonton sepak bola dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.
Disimpulkan bahwa pengaruh pertandingan sepak bola yang berlangsung pada malam hingga dini hari berbeda pada setiap individu. Faktor seperti kebiasaan, manajemen waktu, serta kondisi fisik menjadi penentu apakah mahasiswa tetap dapat menjalani aktivitas akademik secara optimal atau justru mengalami kelelahan.
Melalui kesadaran untuk mengatur waktu tidur dan menjaga kesehatan, mahasiswa tetap dapat menikmati pertandingan sepak bola favorit mereka tanpa harus mengorbankan kehadiran maupun produktivitas di kelas pagi. Hal tersebut menjadi bukti bahwa keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab akademik dapat dicapai apabila dikelola dengan baik.


